APPI telah mengadakan pertemuan dengan FIFPro Asia dan AFC di Kuala Lumpur, Malaysia, 18-19 Februari 2013. Dari pertemuan tersebut, APPI mengeluarkan lima poin terkait masalah pemain di sepakbola nasional.
Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) mengikuti rapat bersama Asosiasi Pesepakbola Dunia (FIFPro). Mereka melaporkan soal penunggakan gaji pemain di Indonesia.
Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) menyambut gembira tercapainya kesepakatan antara PSSI dan KPSI. Mereka mengharapkan kedua belah pihak benar-benar berkomitmen dalam penyelesaian konflik.
Berwisata sambil menambah ilmu. Dua kegiatan mengasyikkan itu bisa dilakukan para traveler saat bertandang ke Singapore Philatelic Museum. Inilah museum perangko yang bisa membuat kagum pengunjungnya.
Sekjen PSSI Halim Mahfudz mengaku tak percaya dengan surat FIFA yang diterima oleh Menpora Roy Suryo. Oleh karenanya, dia mengaku akan menemui AFC untuk membicarakannya.
Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) angkat bicara terkait keputusan Menpora bersama PSSI dan KPSI untuk menggelar kongres pada 17 Maret. Menurut APPI, kongres tersebut akan percuma jika kondisinya masih seperti saat ini.
Pertemuan Menpora Roy Suryo dengan PSSI dan KPSI menghasilkan keputusan untuk menggelar kongres pada 17 Maret. Namun, menurut pengamat sepakbola Budiarto Shambazy, kongres tidak bisa diharapkan untuk menyelesaikan konflik.
Sebuah kongres kembali dijadikan cara untuk menyelesaikan konflik sepakbola nasional. Wacana tersebut tidak diyakini suporter sebagai solusi yang efektif.