Uang elektronik adalah cara termudah untuk bertransaksi. Tetapi, harus terkontrol agar tidak memicu inflasi dan memperberat defisit transaksi berjalan.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pertumbuhan ekonomi tahun depan memiliki potensi downside risk ke level 5,15%.