Sebuah mobil water cannon yang hangus terbakar akibat kerusuhan di makam Mbah Priok mulai dievakuasi oleh petugas. Namun, saat hendak diderek menuju Polres Jakarta Utara, mobil itu mengeluarkan api.
Pihak kepolisian menjamin kondisi di Tanjung Priok dan Koja, Jakarta Utara, sudah aman. 400 Petugas disiapkan untuk mengantisipasi kerusuhan yang mungkin muncul kembali.
Ratusan warga masih menonton puluhan bangkai mobil di depan kantor PT Pelindo II (Terminal Peti Kemas Koja). Tidak ada aparat keamanan, baik Satpol PP, polisi maupun personel TNI, yang terlihat.
Bentrokan antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan warga dalam penggusuran Makam Mbah Priok, menambah buruk citra aparat penegak peraturan daerah ini. Kinerja Satpol PP pun harus segera dievaluasi.
Berapa korban tewas dalam bentrokan antara Satpol PP dan Polri dan warga di kawasan kompleks makam Mbah Priok, Koja, Jakarta Utara, masih simpang siur. Namun, kemungkinan jumlah korban tewas dua orang.
Dua korban tragedi Priok berdarah dirawat di RSCM Jakarta. Keduanya mengalami luka berat akibat bentrokan Satpol PP dengan warga di areal makam Mbah Priok, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
PKB menyesalkan terjadinya kerusuhan di kawasan petilasan makam Mbah Priok. Agar hal serupa tidak terjadi lagi, PKB meminta Pemprov DKI Jakarta menetapkan makam Mbah Priok sebagai cagar budaya yang harus dilindungi.
Kerusuhan di kawasan makam Mbah Priok, Koja, Tanjung Priok terus meluas. Kerusuhan kini tidak hanya terjadi di area makam tapi meluas di sekitar RS Koja dan sekitar terminal peti kemas. Bagaimana sebenarnya kasus ini bermula?
Suasana mencekam pasca bentrok di areal makam Mbah Priok membuat 495 aparat Satpol PP dan Kepolisian yang terjebak di Pelindo dievakuasi lewat jalur laut. Pasukan Katak Marinir ikut terlibat aktif dalam evakuasi ini.