Memasuki hari ketiga pemulangan jamaah haji, Masjidil Haram Makkah masih dipadati jamaah. Untuk melakukan tawaf wada atau tawaf perpisahan, jamaah masih berdesak-desakan.
Segumpal daging kambing kurban milik Juari (45) asal Desa Kauman RT 03 Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto, gegerkan warga setempat. Daging berwarna kecoklat-coklatan terdapat tulisan Allah dan Muhammad.
Jamaah haji yang memilih Nafar Awal, Kamis (18/11/2010) ini, mengakhiri mabit atau bermalam dan melontar jumroh di Mina. Jamaah melakukan mabit sejak Rabu (17/11/2010) malam.
Ribuan warga yang antre di halaman masjid Istiqlal untuk mengambil kupon daging kurban sempat berdesak-desakan. Bahkan pagar pembatas sempat dibuat jebol. Petugas pun memekikkan takbir agar warga tenang.
Pagi ini, ribuan warga mulai memadati halaman masjid Istiqlal untuk mengambil kupon daging kurban. Mereka datang berbondong-bondong diantar oleh mobil bak terbuka dan truk.
Ratusan warga miskin di Jember rela berdesakan berebut daging qurban yang diberikan seorang dermawan di Jalan Sultan Agung. Mereka rela berdiri di bawah terik matahari demi 1 kg daging, beras 2,5 Kg dan uang Rp 10 ribu.
Melontar jumroh di Mina merupakan salah satu dari wajib haji. Wajib haji harus dikerjakan agar jamaah tidak dikenakan denda. Maka semua jamaah pun melakukan lontar jumroh. Karena macet, jamaah mau tidak mau berjalan kaki menuju Mina. Jalan kaki juga dilakoni Menag Suryadharma Ali.
Jamaah haji dari seluruh penjuru dunia melakukan lempar jumroh di Mina, sejak Selasa (16/11/2010). Suasana sangat padat saat lontar jumroh dilakukan. Meski begitu, prosesi ibadah tersebut berlangsung lancar.
Efek bencana Merapi memang bisa menimbulkan tekanan psikologis bagi warga yang terkena dampak bencana. Selain mereka harus kehilangan anggota keluarga akibat awan panas, mereka juga kehilangan harta benda dan mata pencaharian.