Kepolisian Republik Indonesia diminta berintrospeksi terkait dengan terjadinya penyerangan ke Markas Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, oleh sejumlah anggota Batalion Armed 15/76 TM kemarin. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Pramono Anung mengatakan sejumlah kasus, terutama korupsi, yang menyeret petinggi di korps berbaju cokelat itu bisa jadi memicu orang tak sabar, marah, dan antidemokrasi.
Jumat, 08 Mar 2013 16:00 WIB