Amerika Serikat mengatakan mereka mempercepat pengiriman senjata ke koalisi negara-negara pimpinan Arab Saudi yang tengah bertempur melawan para pejuang Houthi di Yaman.
Pertempuran yang terjadi di Yaman masih terus berlangsung. WHO mencatat, lebih dari 540 orang tewas dalam konflik yang melanda Yaman sejak 19 Maret lalu.
Pertempuran di Yaman memaksa otoritas China untuk menutup sementara kantor kedutaan dan konsulatnya di negeri itu. Ini dilakukan seiring kian memburuknya kondisi keamanan di Yaman.
Pemerintah Rusia risau karena Arab Saudi dan koalisi tidak berkonsultasi dengan Dewan Keamanan PBB sebelum melancarkan serangan udara terhadap pemberontak Syiah Houthi di Yaman.
Jamal al-Labani berharap bisa membawa pulang istri dan putri yang berusia 2 tahun ke AS. Namun sayangnya Labani tewas sebelum terbang ke kampung halamannya.
Konflik Yaman terus memanas. Puluhan orang tewas dalam pertempuran antara para pemberontak Syiah Houthi dan para pejuang pendukung Presiden Abedrabbo Mansour Hadi.
Konflik di Yaman kian memanas. Kelompok Houthi bahkan menyerang Kota Aden. Akibatnya, 83 WNI bersama tokoh bernama Alwi al Kaf masih tertahan dan tidak bisa keluar dari wilayah Aden.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sedang berupaya mengevakuasi semua warga negara Indonesia (WNI) dari Yaman. Ternyata, Kemlu juga dimintai bantuan untuk mengevakuasi warga negara lain. Mana saja?
Palang Merah Internasional mengatakan pihaknya sudah mendapatkan izin untuk mengirim tenaga medis dan obat-obatan ke Yaman. Dua pesawat Palang Merah Internasional akan mendarat di Sana'a membawa obat-obatan.