Wagub Basuki T Purnama merencanakan akan membuka jalur laut antara Muara Baru hingga Marunda. Selain untuk memudahakan relokasi warga Muara Baru ke rusun Marunda, hal tersebut juga dapat memudahkan akses ke wilayah Marunda yang saat ini sulit dilalui.
Berbagai cara dan bujuk rayu dilakukan Pemprov DKI supaya warga Muara Baru, Pluit, mau pindah ke Rusun Marunda. Salah satunya dengan iming-iming dipekerjakan sebagai petugas kebersihan.
Warga Muara Baru, Pluit menolak untuk dipindahkan ke Rusunawa Maruda, Jakarta Utara. Mereka emoh pindah karena khawatir harus membayar uang sewa yang diisukan mencapai Rp 5 juta.
Gubernur DKI Jokowi terus membujuk warga sekitar Waduk Pluit agar mau pindah ke rusun Marunda. Menurut Jokowi, fasilitas untuk warga tersebut seperti mebel dan televisi sudah sangat layak diberikan.
Mengajak warga bantaran kali untuk 'transmigrasi' ke rusun bukan perkara mudah. Namun, Ahok pantang menyerah mempromosikan rusun kepada warga korban banjir, seperti 5 aksinya ini:
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merelokasi sekitar 17 ribu Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di pinggiran waduk Pluit. Namun, dari 17 KK hanya 31 KK yang bersedia pindah ke rusun yang telah disiapkan Pemprov.
Sebanyak 37 KK korban banjir Pluit yang melanda Muara Angke, Muara Baru, dan Pluit berbaris mendaftar di rusun Marunda. Sejumlah perabotan rumah juga telah siap menyambut mereka.
Gubernur DKI Jokowi mengingatkan bawahannya untuk mengamankan wilayah di sekeliling normalisasi Kali Ciliwung, Pesanggrahan, Angke dan Sunter, jika sudah bersih dari hunian warga. Lebih baik ditanami pohon-pohon.