Provinsi Bali mengklaim belum ada kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI). Kejadian ini merupakan pertanda baik untuk kampanye vaksin virus Corona (COVID-19).
Vaksin AstraZeneca dengan nomor batch CTMAV547 sempat dihentikan sementara terkait dugaan KIPI. Hasil uji telah diumumkan, BPOM memastikan batch tersebut aman.
Berdasarkan hasil pengujian, disimpulkan tak ada keterkaitan antara mutu Vaksin COVID-19 Astrazeneca bets CTMAV547 dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi.
Vaksin Corona AstraZeneca batch CTMAV547 dapat digunakan kembali. Berdasarkan investigasi BPOM, batch ini terbukti tak menyebabkan kematian dan KIPI serius.
Setelah dilakukan uji toksisitas abnormal dan sterilitas vaksin, BPOM menyimpulkan vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 aman dan memenuhi syarat mutu vaksin.
Menjawab jujur ketika ditanya seputar riwayat penyakit sebelum divaksin COVID-19 adalah langkah krusial. Termasuk soal ada tidaknya riwayat penyakit komorbid.
Jeda pemberian dosis pertama dan kedua vaksin COVID-19 bisa berbeda-beda. Vaksin AstraZeneca sebagai contoh diberi jeda tiga bulan, sementara Sinovac 28 hari.