Basarnas mengatakan kepadatan transportasi laut di Teluk Jakarta kian padat. Sebanyak 1.300 kapal berlalu lalang setiap bulan dan berpotensi kecelakaan kapal.
Kapal berbendera Indonesia maupun asing yang akan menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur maksimal 0,5% m/ tersedia di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.