“We were stranger on the crazy adventure. Never dreaming how our dreams would come true. Now here we stand unafraid of the future. At the beginning with you..” Petikan lagu berjudul At The Beginning yang dinyanyikan Richard Marx dan Donna Lewis menjadi soundtrack penyemangat pagi saya dan rekan petualang saat memulai lembaran hari yang baru di Pagaralam.
Sumatera Barat sudah dikenal dengan konturnya yang berbukit-bukit dan jalanannya yang berkelok- kelok. Ciri khas yang unik dan tak bisa ditemukan di tempat lain. Keindahan alam yang menemani di sepanjang jalan membuatnya lebih menarik lagi untuk dijelajahi. Hijau perbukitan, hamparan sawah yang tertata rapi, sungai dan danau yang masih tampak alami menambah keistimewaan propinsi ini.
Bentangan permadani hijau menghiasi sepanjang perjalanan di kota Simalungun, Sumatera Utara dan kecantikan arsitektur oriental di Vihara Avalokites Vara menambah semangat untuk berwisata di Sumatera Utara.
Bentangan Bandung banyak memiliki keindahan alam dengan udara sejuk. Jika di bagian utara ada Lembang, di bagian selatan di lereng Gunung Patuha, ada pesona Ciwidey dengan hamparan kebun teh dan danau Kawah Putih yang menarik perhatian.
Kalau Madura punya Kerapan Sapi, maka Bali memiliki Makepung. Dua tradisi yang serupa tapi tak sama, namun menjadi tontonan unik yang segar sekaligus menghibur.
Lambannya penetapan berkas kasus pelaku penadahan oleh jaksa di Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, membuat pedagang penjual garmen dan kain melaporkan ke Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi Jatim.
Angan-angan Bagus Efendi (23) menikmati lebaran dengan yang indah-indah, terancam kandas. Pasalnya, bujangan pengangguran ini kepergok mencuri sepeda motor Yamaha Mio.
Puisi 'Antara Karawang-Bekasi' karya Chairil Anwar sungguh menggambarkan pembantaian di Rawagede yang dilakukan Belanda dalam Agresi Militer I pada 1947 silam. Mayat warga dan pejuang yang membela kemerdekaan, tidak semua terkuburkan hingga tersisa tulang belulang.