Pemerintah Turki ikut memerintahkan para diplomat Suriah untuk meninggalkan negeri itu dalam waktu 72 jam. Pengusiran ini sebagai respons atas pembantaian sekitar 108 warga sipil di Suriah.
Sejumlah pemimpin negara membuka kemungkinan akan adanya intervensi militer di Suriah. Namun pemerintah China mempertegas penolakannya atas intervensi tersebut.
Kecaman dunia internasional kian meningkat terhadap rezim Suriah. Namun pemerintah Rusia mengingatkan bahwa belum waktunya bagi PBB untuk mengambil tindakan baru terhadap Suriah.
Pemerintah Australia tidak menutup kemungkinan soal intervensi militer di Suriah. Meski diingatkan pula bahwa intervensi militer itu berisiko dan sulit.
Korban tewas akibat konflik dan kekerasan di Suriah terus bertambah. Dalam satu hari, total ada 98 orang yang tewas dalam bentrokan antara militer pemerintah dengan pemberontak.
Pembantaian sekitar 108 warga sipil di Houla, Suriah menghentak dunia. Presiden Israel Shimon Peres menyebut Presiden Suriah Bashar al-Assad telah menjadi "pembunuh" rakyatnya.
Pembantaian warga sipil di Houla, Suriah menghentak dunia. Paus Benediktus XVI menyerukan komunitas beragama di Suriah untuk bekerja sama mengembalikan perdamaian.