Mi kok hitam? Justru inilah yang menjadi signature dish dari resto ini. Hitamnya mi di miitem merupakan infusion dari tinta cumi. Minya dimasak al dente dengan topping tempura udang. Nyam nyam... mau?
Kue ini mirip pangsit, bentuknya segitiga dan warnanya putih. Kulitnya lembut mulur dengan isian bengkuang yang diserut halus. Dengan bumbu bawang dan ebi rasanya krenyes gurih enak. Apalagi dimakan dengan cocolan sambal bawang putih yang wangi pedas menggigit! Huah!!!
Lelah belanja dan kepanasan di pasar Cikini. Warung es duren yang satu ini merupakan persinggahan yang selalu dicari. Segarnya es durian mengusir rasa panas dan lelah disamping rasanya yang memang mak nyoss!
Mi khas negeri sakura ini kuahnya diberi dengan misho kuning. Rasanya gurih-gurih enak. Minya kuning lentur lembut, dijodohkan dengan potongan ayam, daun bawang dan jagung manis. Tentu saja mi ini jadi komplet. Taburan shicimi makin bikin keringat berlelehan. Wouw... sedap dan kenyang!
Mi ayam? Wah, si kecil pasti doyan banget. Minya memakai pasta yang halus empuk sehingga mudah dikunyah. Topping-nya ayam cincang yang wangi plus selipan bayam halus. Dijamin bakal ketagihan!
Kwetiau kesukaan saya ini dibuat oleh orang Medan yang merantau ke Jakarta. Kwetiau-nya kenyal, isinya "ramai". Ada udang, bakso, hepia (juga disebut kekian, yaitu kue dari udang cincang), dan irisan daging sapi. Mak nyuss!
Mengusung nama Thai Garden Restaurant, The Majesty Hotel menyuguhkan suasana restoran baru dengan menu oriental. Resto ini menyediakan menu alacarte setiap hari untuk lunch dan dinner.