Pemerintah didesak cari dana untuk memberikan subsidi bagi perajin tahu dan tempe agar tetap bisa mempertahankan produksi untuk memenuhi kebutuhan gizi rakyat.
Menko Kesra Agung Laksono melakukan inspeksi mendadak di Bogor terkait menghilangnya tahu-tempe dari pasaran. Dia siap mengambil langkah untuk menekan harga kedelai dan berharap para perajin besok beroperasi.
Hasil razia tahu-tempe dari pedagang pasar akan dibawa ke markas Gabungan Koperasi Pengrajin Tahu-Tempe Indonesia (Gabkoptindo). Nantinya para pedagang dipersilakan mengambil dagangannya kembali.
Belum selesai masalah tahu-tempe yang menghilang di Pasar, kini muncul fenomena produk sayuran seperti jengkol yang mulai langka, harganya pun melejit 50%.
Indonesia saat ini dalam kondisi darurat ketersediaan kedelai. Komisi IV DPR yang membidangi pertanian akan memantau pemulihan ketersediaan kedelai tanah air.
Sweeping tahu-tempe di pasaran yang dilakukan para perajin tahu-tempe hari ini masih berlanjut. Evaluasi sementara, para perajin mematuhi kesepakatan mogok massal. Karena itu personel yang melakukan sweeping akan dikurangi.
Anggota Gabkoptindo (Gabungan Koperasi Pengrajin Tahu-Tempe Indonesia) kemarin melakukan razia terhadap penjual tempe dan tahu. Jika ada masyarakat yang merasa keberatan dengan aksi itu, segera laporkan ke polisi.
Harga kedelai dalam negeri belakangan ini melonjak tajam. Kejadian ini menjadi bukti bahwa negara tidak memiliki daulat penuh terhadap ketahanan pangan nasional.