Ahmad Imam Al Hafitd (19) dan Assyifa Ramadhani (19) menjadi pelaku pembunuhan atas sahabat mereka Ade Sara (19). Cinta menjadi latar belakangnya. Kemudian gadis M (16), juga menjadi korban pengeroyokan.
Kata maaf dari orangtua Ade Sara merupakan bentuk kematangan pola pikir, dan dekat dengan nilai-nilai agama. Sulit untuk menerima kenyataan pahit kalau anaknya mesti tewas dari hal yang tidak terduga.
Suroto tak memiliki firasat apapun bahwa anaknya akan pergi secepat itu. Ade Sara memiliki beberapa permintaan yang belum sempat dipenuhi sang ayah. Apa saja?
Belum sepekan setelah Ade Sara ditemukan meninggal, kasus pembunuhan terhadap remaja terjadi lagi. Selasa (11/3) kemarin sesosok jenazah ditemukan di Jalan Siliwangi, Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan.
Pelaku pembunuh Ade Sara disebut bukanlah psikopat. Hafitd dan Syifa hanya melampiaskan insting agresifitasnya sebagai bentuk kecewa atau sakit hati yang mendalam.
Entah apa sebabnya, remaja kita menjadi begitu kejam. Tengok saja peristiwa pembunuhan Ade Sara (19) oleh mantan kekasihnya Ahmad Imam Al Hafitd (19) beberapa waktu lalu. Kemudian terjadi lagi remaja M (16) yang meninggal dunia di Cilandak, Jaksel dengan latar belakang cinta.