Pemerintahan Presiden Jokowi mengasumsikan pertumbuhan ekonomi 2015 bisa mencapai 5,7%. Namun BI lebih pesimistis, dengan perkiraan 5,4-5,8% tetapi lebih cenderung ke batas bawah.
Para trader minyak sawit pun melakukan aksi beli sebelum harga naik, hal ini tentu saja mendongkrak volume ekspor minyak sawit Indonesia pada bulan Maret,
Presiden Jokowi akan mengeluarkan aturan baru terkait bea keluar (BK) atau 'pajak' ekspor produk sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan turunannya.
Pemerintah jamin harga minyak goreng tidak mengalami kenaikan meski ada program peningkatan pencampuran biodisel ke solar yang ditambah dari 10% jadi 15%.
Produksi minyak sawit yang dihasilkan, mayoritas di antaranya diekspor dan hanya sedikit atau sekitar maksimal 16% yang digunakan sebagai bahan bakar nabati.
Aturan soal pungutan ekspor produk sawit atau CPO Supporting Fund (CSF) sebesar US$ 50/metrik untuk CPO dan US$ 30/ton untuk produk turunan CPO seperti Olein ditanggapi produsen.