Airlangga Hartarto mundur dari Ketum Golkar. Airlangga menyampaikan salah satu pertimbangannya adalah dalam rangka memastikan stabilitas transisi pemerintahan.
Pengusaha Harvey Moeis didakwa terlibat korupsi dalam tata kelola timah yang menyebabkan kerugian Rp 300 triliun dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).