Pada Kamis 16 Juni nanti, gerhana bulan total akan menjadi pemandangan sangat menarik karena bisa disaksikan dengan mata telanjang. Fenomena alam ini juga bisa digunakan mengukur kualitas atmosfer di atas wilayah di mana kita berdiam.
Kekhawatiran masyarakat Jakarta yang menyangka tidak bisa menyaksikan gerhana matahari cincin di Jakarta tidak terbukti. Hembusan angin telah menyingkirkan awan mendung yang sedari pagi menaungi Jakarta.
Sejumlah nelayan di kawasan Teluk Jakarta tetap melaut. Imbauan agar mereka mencermati kondisi pasang laut menyusul adanya gerhana bulan total, diabaikan.
Warga di Jabotabek tampaknya masih dapat melihat saat-saat ketika bulan menghilang dari penglihatan kita. Meski langit bakal ditutupi awan tebal saat gerhana bulan total terjadi.
Ingin menonton gerhana bulan lebih dekat pada Selasa 28 Agustus, namun tidak punya alat khusus? Jangan gusar, bertandanglah ke Planetarium di areal TIM, Jakarta Pusat.
Gerhana bulan mencapai puncaknya pada pukul 02.30 WIB, dan bisa dilihat dengan mata telanjang. Tapi warga Jakarta lebih banyak melewatkan fenomena alam yang sungguh istimewa ini.