Polres Jakarta Timur membentuk tim sniper atau penembak jitu. Tim itu dibentuk untuk menekan kriminalitas serta mengantisipasi terorisme di pusat keramaian.
ARP (37) ditangkap polisi karena menyebarkan informasi sesat dengan menyebut peristiwa bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur adalah sebuah rekayasa.