Diduga rem blong, sebuah truk tronton menabrak dua mobil di tanjakan Nagreg. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut hanya mengakibatkan lima orang luka-luka.
Hingga pukul 15.00 WIB, kondisi arus lalu lintas di jalur Nagreg, terbilang ramai lancar. Jalur dari arah timur ke barat maupun sebaliknya, sudah mulai bergerak normal.
Jalur pantura masih menjadi pilihan bagi pemudik untuk pulang kampung. Tidak heran sebagian besar kendaraan dalam arus mudik dan arus balik melewati jalur ini.
Pemudik lokal lebih diajurkan untuk naik kereta api daripada mobil atau sepeda motor. Di samping lebih murah juga alternatif lain untuk menghindari penumpukan kendaraan di jalur Nagreg.
Tingginya arus mudik maupun arus balik membuat penyedia jasa transportasi tak segan menaikan ongkos kepada para penumpang. Misalnya untuk jurusan Garut -Bandung yang mencapai Rp 40 ribu.
H+3 Lebaran, arus balik yang melalui jalur Nagreg meningkat. Bukan hanya pemudik dari wilayah Garut atau Tasik arus balik pun diramaikan pemudik dari Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Tingginya arus kendaraan yang melalui jalur Nagreg membuat arus lalu lintas dari Barat ke Timur mulai diberlakukan jalur satu arah. Terutama dari arah lingkar Cikaledong� ke Nagreg dan lingkar Ciburial ke Garut.
Tingginya arus kendaraan yang melalui jalur Nagreg membuat arus lalu lintas dari Barat ke Timur mulai diberlakukan jalur satu arah. Terutama dari arah lingkar Cikaledong ke Nagreg dan lingkar Ciburial ke Garut.