Saat akhir tahun tiba semua orang memikirkan liburan. Tentu saya pun tak ketinggalan, kali ini tujuannya adalah Belitung. Belum lagi berangkat, sudah ada pelajaran moral yang dapat saya petik.
Apakah Anda salah satu penggemar Durian? Kalau jawabannya iya, tidak ada salahnya, Anda menikmati buah berbau menyengat ini langsung dari pohonnya. Mau mencoba? Datang saja ke Kebun Petik Durian.
Mendengar Kota Lampung, spontan terbayang dalam ingatan akan seekor hewan gemuk dan berbelalai panjang. Ya, itulah "si Lugu" gajah yang patut dilindungi karena gadingnya yang diminati banyak orang.
Menu Padang Peranakan ini disajikan dengan sentuhan modern. Si randang itam tampak menggiurkan, berbalut bumbu kehitaman yang royal cocok dengan ikan bilih asok yang krenyes renyah. Dimakan basamo nasi sayo dan sambal lado mudo yang pedas menggigit, lamak rasanyo!
Nomor satu paling disukai orang karena istimewa. Jika semua bahan berkualitas nomor satu ada dalam satu piring sup ikan ini mulutpun tak bisa berkomentar. Renyah, lembut gurih dan segar! Mulus meluncur di tenggorokan. Speechless!
Bangkok, (07/10/2011) Selepas dari Bandara Penang kami tiba di Bandara Svarnabhumi, Bangkok, Thailand pukul 19.00 waktu setempat. Bandara yang baru diresmikan 3 tahun lalu ini bisa menampung 30-40 juta penumpang setiap tahunnya.
Di Sumatra Selatan, brengkes dimasak menggunakan tempoyak dan ikan belida. Tempoyak sendiri terbuat dari durian yang difermentasikan. Keunikan rasanya membuat kuliner pusaka ini pantas dilestarikan.
Dendeng baracik biasa dijajakan di lintasan Padang-Solok, Sumatra Barat. Namun kini pencinta kuliner dapat menikmatinya di sebuah restoran di bilangan Jakarta. Ada yang mau coba?
Minggu (15/05/2011) aku, Embak Widi, Teh Is, Chrissy, dan adiknya melakukan perjalanan ke Bandung. Perjalanan ini menggunakan KA Argo Parahyangan. Berangkat dari Gambir sekitar pukul 05.45 WIB. Untung nggak ketinggalan kereta. Ini pengalaman pertama aku ke Bandung naik KA.