Tidak hanya produk sawit asal Indonesia yang dikenakan kampanye hitam (black campaign) di Uni Eropa. Sawit asal Malaysia dan negara-negara Afrika juga bernasib sama.
Uni Eropa bakal kesulitan mendapatkan bahan baku pengganti minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) apabila mereka terus melakukan 'kampanye hitam'.
Produk sawit Indonesia terus mendapatkan tekanan di luar negeri, khususnya di negara Eropa. Ada 3 negara di Uni Eropa yang menyuarakan isu negatif tentang sawit Indonesia.
Kemendag mentargetkan ekspor Indonesia di tahun 2014 mencapai US$ 190 miliar atau Rp 2090 triliun. Dari jumlah itu US$ 158-160 miliar atau 70% didapat dari ekspor produk non migas.
PT Astra International Tbk (ASII) mencatat laba bersih Rp 19,4 triliun di akhir 2013, stagnan alias sama seperti perolehan laba akhir tahun sebelumnya.
Sepanjang Januari 2014, harga semua minyak nabati tertekan karena melimpahnya stok di berbagai negara produsen. Ekspor CPO Indonesia juga ikut tergerus.