Presiden AS Barack Obama menelepon pemimpin Prancis, Inggris dan Italia untuk membahas krisis di Libya. Para pemimpin dunia itu membicarakan sejumlah opsi untuk merespons krisis Libya.
Pimpinan Libya, Muammar Khadafi, punya hubungan mesra dengan klub sepakbola Italia, Juventus. Maklum saja, uang dari Libya mengalir ke klub tersebut. Bahkan Juventus jadi ikut pusing ketika Libya kini diguncang krisis.
Selama 42 tahun berkuasa, Muammar Khadafi membuat Libya menjadi negara kaya dari migas dan sektor bisnis lain. Dengan kekuasaan tak terhingga, kita sulit membedakan mana uang Khadafi dan mana uang Libya.
Aksi unjuk rasa besar-besaran di Libya memicu terjadinya eksodus warga asing yang mengakibatkan bandara Tripolo penuh sesak. Sejumlah negara pun telah mengirimkan pesawat dan kapal demi mengevakuasi warganya keluar dari Libya.
Kalau ada anak pemimpin Libya Muammar Khadafi yang paling cemerlang, mungkin itu putra keduanya Saif al Islam Khadafi (38). Pendidikannya tinggi, diplomasinya mumpuni, dan jaringannya luas. Saif jadi calon kuat pengganti sang ayah, namun dia menampiknya.
Sejumlah perusahaan minyak raksasa dunia sudah ancang-ancang untuk mengevakuasi karyawannya di Libya yang kini sedang berkecamuk kerusuhan, diantaranya Total dan BP.
Menyusul hasil buruk yang didapat AS Roma musim ini Claudio Ranieri pun merasa jadi orang bertanggung jawab. Alhasil The Thinkerman pun memutuskan meninggalkan kursi kepelatihan Il Lupi.