Geng-geng kriminal dan militan dilaporkan menguasai kamp-kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh. Mereka melakukan pembunuhan dan penculikan tanpa dihukum.
Polisi terus berkutat mencari terduga sel pejihad lain, karena para pelaku teror Agustus 2017 ternyata melakukan berbagai kontak dengan kelompok pejihad lain.