Gunung Anak Krakatau erupsi pada 9 September 2026, dengan durasi 28 detik dan amplitudo maksimum 51 mm. Masyarakat diimbau menjauhi area 3 km dari kawah.
Kasus ISPA di Lampung mencapai 2.416 akibat paparan abu Gunung Anak Krakatau. Angka tersebut data yang ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Pencarian lima jurnalis hilang kontak saat liput erupsi Gunung Anak Krakatau terus dilakukan. Basarnas kerahkan dua RIB dan 17 personel untuk operasi SAR.
Gunung Anak Krakatau erupsi pada 9 September 2026, terekam selama 28 detik dengan amplitudo maksimum 51 mm. PVMBG imbau masyarakat menjauhi area berbahaya.
Tim SAR melanjutkan pencarian lima jurnalis hilang saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Lima kapal dikerahkan untuk menyisir area Selat Sunda.
Proses pencarian lima jurnalis yang hilang saat liputan erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Tim SAR menyisir area sekitar 271 NM di Selat Sunda.