Kemenhan menganggarkan sekitar Rp 150 triliun untuk pengadaan serta pemeliharaan dan perawatan alutsista. Dari jumlah tersebut, Rp 100 triliun diambil dari RPJMN 2010-2014.
Konflik Ambalat tidak lepas dari kepentingan ekonomi negara besar seperti Amerika, Inggris, dan negara Eropa lainnya. Perairan Ambalat mempunyai potensi emas hitam yang menggiurkan. Tidak akan habis dieksplorasi.
TNI AL tidak akan mengurangi kewaspadaan di Blok Ambalat walaupun anggaran TNI dipangkas Rp 1,3 triliun. Patroli pun akan disesuaikan sesuai kantong Korps Jalesveva Jayamahe.
TNI AL sekarang sudah mempunyai 4 korvet kelas Sigma dengan persenjataan dan penginderaan hipermoderen. Jumlah ini akan ditambah untuk memperkuat TNI AL.