Rupiah melemah ke Rp 17.300/US$, dipicu masalah struktural dan kebijakan fiskal. BI berusaha intervensi, namun solusi permanen diperlukan untuk stabilisasi.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2025 mencapai 5,12%, didorong oleh sektor informal. Konsumsi masyarakat kelas bawah dan menengah jadi kunci utama.
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menegaskan bahwa industri halal akan menjadi salah satu mesin penggerak utama dalam pertumbuhan ekonomi.
Sektor industri pengolahan non-minyak dan gas (migas) menyumbang kontribusi hingga 16,29% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II 2025.
Indonesia dalam kondisi darurat ekonomi. AEI mendesak pemerintah untuk mengambil langkah cepat. Luhut merespons dengan dialog terbuka dan rencana deregulasi.