Komisi VIII menargetkan batas akhir pembahasan sampai akhir Juli dan diharapkan harga penerbangan bisa mencapai kesepakatan. Pembahasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1432H/2011 masih terus berlanjut. Panitia Kerja (Panja) Komisi VIII dan Panja Pemerintah belum mencapai kesepakatan terkait komponen yang harus dibayarkan oleh jemaah haji (direct cost) terutama biaya pemondokan dan harga penerbangan. Panja BPIH Komisi VIII dan Panja Pemerintah dijadwalkan akan melanjutkan pembahasan BPIH pada Senin (18/7) malam."Masih ada perbedaan soal harga perumahan. DPR masih mengupayakan supaya turun dari 3.700 riyal. Kemudian soal penerbangan masih belum sama sekali, kita masih lobi dan hasil lobi itu baru 15 dolar turunnya. Kita akan coba terus," kata Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Kadir Karding kepada Jurnalparlemen.com, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/7).Menurutnya, Komisi VIII menargetkan batas akhir pembahasan ini sampai akhir Juli dan diharapkan harga penerbangan bisa mencapai kesepakatan. "Pokoknya harga penerbangan harus turun. Kita masih hitung detailnya masih diformulakan," tandas politisi PKB ini.Tak hanya penerbangan saja, lanjut Karding, Komisi VIII terus mengupayakan ; agar dibuka ruang partisipasi maskapai penerbangan selain Garuda dan Saudi Arabian Airlines untuk melayani jemaah haji pada tahun 2011."DPR kan hanya meminta supaya dibuka ruang karena selaras dengan UU Persaingan Usaha. Soal yang menunjuk kementerian kita tidak punya kewenangan sampai menyepakatinya harus ya, harus tidak," ujarnya.Meski semua itu tergantung dari Kementerian Agama, diakuinya, sudah terlihat ada titik terang. "Sepertinya tahun ini akan dipakai walaupun kuotanya kecil, karena harus dilihat dulu. Kalau nggak pernah dibuka akan bermanja-manja ria semua," pungkasnya.
Senin, 18 Jul 2011 19:24 WIB