DPR kembali menggelar sidang paripurna. Sidang paripurna kali ini salah satunya menyampaikan laporan terkait pemilihan pimpinan KPK yang dilakukan oleh Komisi III DPR.
Pimpinan KPK sudah dipilih DPR pada Jumat (2/12) lalu. Presiden SBY berharap pimpinan KPK memikul amanah untuk mengurangi korupsi di tingkat eksekutif, legislatif dan yudikatif.
Meski empat orang pimpinan KPK yang dipilih Komisi III DPR tidak sesuai dengan urutan yang direkomendasi Pansel KPK, namun jangan kemudian dicurigai. Siapa saja yang terpilih dari 8 nama kandidat yang diajukan, tetap orang-orang terbaik.
Abraham Samad, Bambang Widjojanto, Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnain dipilih DPR menjadi pimpinan KPK. Tugas besar pun menanti di pelupuk mata dalam jihad melawan korupsi. Berani?
Yunus Husein batal jadi pimpinan KPK karena hanya mengantongi 20 suara dalam pemilihan pimpinan KPK, Jumat (2/12) lalu. Golkar salah satu fraksi yang menolak Yunus pun membeberkan alasannya. Apa itu?
Ketua KPK terpilih Abraham Samad dikabarkan dekat dengan sejumlah kelompok garis keras. Namun Polri tidak melihatnya sebagai suatu masalah. Polri siap bekerja sama dengan Abraham Samad dkk.
Nama Abraham Samad secara mengejutkan terpilih menjadi Ketua KPK. Pria Makassar ini menggeser Yunus Husein yang disebut-sebut mendapat restu Istana. Bahkan anggota Setgab dikabarkan sempat pecah.
Salah satu pimpinan KPK terpilih, Adnan Pandu Praja pernah menjabat komisioner Kompolnas. DPR dalam fit and proper test Capim KPK menyoroti kinerja Adnan di Kompolnas yang dinilai tidak memuaskan. Hal ini senada seperti yang diceritakan pihak yang mengadu ke Kompolnas.
Panitia seleksi calon pimpinan KPK kecewa dengan hasil akhir pemilihan pimpinan KPK yang dilakukan oleh DPR. Meski begitu, Pansel menghormati hasil keputusan tersebut.