Baliho besar bertulis 'Partai Ksatria Bergitar' di Jl Warung Buncit, Jaksel, ternyata dibuat tanpa sepengetahuan DPP PKB. Sontak baliho Rhoma Irama naik kuda putih lengkap dengan gitarnya itu bikin internal PKB galau.
Sebelum menjadi ikon PKB, Rhoma Irama pernah dekat dengan PPP bahkan menjadi juru kampanye. Jika kini Rhoma digambarkan gagah di atas kuda menjadi ksatria bergitarnya PKB, PPP tak keberatan.
Rhoma Irama yang sesumbar mau nyapres di 2014 sempat memanaskan pusaran politik nasional. Sang ksatria bergitar pun terus bermanuver. Kini, 'ksatria bergitar' ternyata sudah pindah 'kepemilikan'.
Baliho PKB 'Partainya Ksatria Bergitar' ternyata menuai beragam sikap dari internal PKB. Meski dari kalangan Dewan Syuro sepakat dengan baliho tersebut, Ketua DPP PKB DPR Marwan Jafar tak senang dengan baliho itu.
PKB memunculkan raja dangdut Rhoma Irama sebagai vote getter. Tak heran kalau dalam baliho yang mereka buat, PKB mengidentikan diri dengan Partainya Ksatria Bergitar.
Rhoma Irama, siapa tak kenal raja dangdut ini. Namanya telah mengakar sejak era '70-an di masyarat. Lewat lagu dan film, Rhoma memiliki fans jutaan di Indonesia.
PKB memasang baliho bergambar Rhoma Irama lengkap dengan kuda putih dan gitarnya. Rhoma, gitar dan kuda putih memperkuat julukan sang raja dangdut, ksatria bergitar.
Rhoma Irama menjadi icon PKB. Gambarnya menunggang kuda putih dengan baju berwarna hijau dan tutup kepala hitam, tangan memegang kekang kuda tampak gagah di baliho PKB.