Nenek Asyani alias Bu Muaris kembali bersimpuh di depan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Situbondo, Kamis (16/4/2015). Sambil menangis, Nenek Asyani meminta pengampunan majelis hakim.
Ingin memberikan kesan tak terlupakan bagi sang kekasih, pria ini membuat video pendek untuk melamarnya ke pelaminan. Dan tak tanggung-tanggung, video tersebut ditayangkan di bioskop.
Rembang di Jawa Tengah menyimpan makam sosok perempuan penting negeri ini, RA Kartini. Pejuang emansipasi perempuan ini dikebumikan di sana. Wisatawan bisa berziarah ke sana, tapi dilarang memfoto sambil berdiri lho.
Prosesi lamaran yang terbilang unik dari pasangan yang tidak diketahui namanya ini terjadi di sebuah restoan. Pria tersebut melamar calon istrinya dengan sebuket bunga berisi daging.
Dengan tinggi 120 cm, Anton Kraft bisa membuktikan kemampuannya dengan berhasil mengangkat beban seberat empat kali lipat bobotnya. Baru-baru ini pun, Anton menuturkan ia akan menikah dengan seorang wanita transgender bernama China Bell.
Nenek Asyani, wanita tua renta yang didakwa mencuri kayu milik Perhutani harus merasakan dinginnya penjara. Padahal dalam menyelesaikan kasus ini, ada pendekatan lebih baik yang bisa dilakukan oleh penegak hukum di Situbondo, Jawa Timur.
Nenek Asyani atau Bu Muaris didakwa mencuri kayu jati milik Perhutani meminta penangguhan penahanan terhadap dirinya. Komisi III DPR RI pun berharap agar penegak hukum dapat menggunakan hati nurani dalam menangani kasus ini.
Nasib Asyani alias Bu Muaris benar-benar memilukan. Saat kondisi fisiknya mulai lemah dan renta, nenek 63 tahun itu justru harus berhadapan dengan kasus hukum.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya punya harapan kepada jaksa yang nantinya bakal menuntut Nenek Asyani, yang kini jadi pesakitan karena didakwa mencuri kayu jati di lahan Perhutani.