Ikannya diimpor dari Makassar, lembut gurih dan tebal. Dibakar dengan olesan bumbu parape yang gurih wangi sedikit manis. Dicocol dengan 4 jenis sambal khas Makassar. Asam pedas dan segar. Pastinya seporsi nasi hangatpun terasa kurang. Huah, huah... Pedas-pedas sedap!
Wah, sajian udang yang satu ini bakal menggugah selera. Udang yang digoreng kering diberi bumbu cabai yang pedas menggigit. Butiran petai yang renyah bakal bikin lauk yang satu ini makin asyik. Boleh saja disantap dengan nasi hangat saat berbuka nanti.
Potongan ayam kampung yang mungil tanpa lemak ini dibakar dan dimemarkan. Rendaman bumbu yang wangi asam sedikit pedas bikin ayam ini makin sedap. Nikmat disantap dengan kangkung hotplate terasi, plus cocolan sambal. Nasi pulen hangat melengkapi sajian dahsyat gaya Sunda ini!
Racikan laksa ini merupakan kegemaran sultan Johor. Menurut chef Wan laksa ini dipengaruhi oleh hidangan Italia kegemaran sultan karenanya memakai spaghetti. Kuahnya sungguh kental dan gurih karena berisi cincangan ikan. Sedap nian buat berbuka!
Menyantap gurame paling asyik ramai-rami denga keluarga. Seperti gurame bakar di resto yang satu ini. Dicocol aneka sambal yang pedas enak. Disuap dengan nasi pulen yang mengepul hangat, ah..asyik benar. Gurame yang satu ini ternyata tidak seseram namanya. Buktikan saja!
Di saat udara dingin, perut sangat lapar rasanya makanan yang alami menjadi santapan mantap. Tempatnya nyaman. Ada ikan goreng atau bakar, aneka sambal, tutut, sate pusut, gepuk, ayam goreng plus beragam sambal segar yang pedas menggigit. Hmm... top enaknya!
Nasi rames gaya Singapura ini banyak disukai karena lauknya sederhana. Ikan asin yang garing dan renyah berbalut sambal menjadi lauk utamanya. Telur rebus pun melengkapi nasi yang sering disantap sebagai menu sarapan ini. Yuk, cobain!
Dari NT ke NTT. Itulah jadwal perjalanan Presiden SBY pekan lalu. Dari North Teritory (NT) di Australia ke NTT (Nusa Tenggara Timur) di belahan timur Indonesia.