Pasukan Amerika Serikat mulai mendekati Libya dengan menyiagakan kapal induk USS Enterprise di Laut Merah. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi jika intervensi perlu dilakukan melawan Khadafi.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menjatuhkan sederet sanksi untuk pemimpin Libya, Muammar Khadafi. Mulai dari membekukan aset di luar negeri sampai melarang bepergian bagi Khadafi dan keluarganya.
Sekjen PBB Ban Ki-moon mendesak dewan keamanan untuk mengambil tindakan tegas terhadap krisis Libia, yang telah menyebabkan lebih dari 1.000 orang tewas.
Presiden Barack Obama menyiapkan berbagai opsi untuk menghadapi krisis Libya. "Dan selama masa transisi, Amerika Serikat akan terus membela kebebasan, membela keadilan, dan membela martabat semua orang," ujarnya.
Untuk pertama kalinya, Presiden Barack Obama berpidato tentang kekerasan di Libya. Dia menyebut perintah Muammar Khadafi menembaki rakyatnya sendiri "keterlaluan dan tidak bisa diterima".
Untuk pertama kalinya, pemerintah Muamar Khadafi melansir data korban tewas akibat kerusuhan yang terjadi sejak pekan lalu. Jumlah korban tewas sebanyak 300 orang, rinciannya 189 warga sipil dan 111 tentara.