Garuda Indonesia memutuskan untuk menunda penerbangan ke Jeddah, Arab Saudi. Alasannya karena persyaratan penerbangan ke Jeddah yang masih sangat ketat.
Pandemi COVID-19 memberikan dampak yang luar biasa pada dunia usaha, khususnya pada industri penerbangan. Garuda Indonesia sampai mengurangi ribuan karyawannya.
PT Garuda Indonesia dapat peringatan keras dari BEI. Saham maskapai yang memiliki kode GIAA ini berpotensi didepak dari perdagangan saham BEI alias delisting.
Menolak pailit, segala hal dilakukan maskapai Garuda Indonesia untuk bangkit. Salah satu caranya lewat percepatan restrukturisasi dan komunikasi konstruktif.
Garuda telah melakukan pengurangan pegawai, dari sebelumnya 7.891 pegawai menjadi sekitar 5.400 pegawai. Artinya, ada pengurangan sekitar 2.491 pegawai.