Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengecam serangan udara yang dilancarkan NATO di wilayah sebelah timur negeri itu. Serangan itu menewaskan 16 orang, termasuk wanita dan anak-anak.
Militer Turki mengerahkan unit-unit militer ke sepanjang perbatasan bagian selatannya dengan Suriah. Langkah ini dilakukan di tengah spekulasi bahwa AS bakal melancarkan serangan militer ke Suriah.
Koalisi internasional terkait aksi militer di Suriah tengah dibangun oleh Amerika Serikat (AS). Bahkan AS mengklaim negara-negara Arab ikut menawarkan bantuan dalam aksi tersebut.
Pangkalan pasukan Amerikat Serikat di Afghanistan timur diserang Taliban dan sejumlah truk pengangkut pasokan NATO dibakar. Tiga penyerang tewas dalam tembak menembak.
Amerika Serikat berencana melancarkan aksi militer terbatas terhadap Suriah. Namun menurut Turki, aksi ini tidak cukup. Turki lebih menginginkan adanya perubahan rezim di Suriah.
Ratusan orang menggelar unjuk rasa di kawasan Times Square, New York, AS terkait rencana aksi militer ke Suriah. Para demonstran menentang rencana serangan AS terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad.
Beberapa jam yang lalu, sebuah kelompok peretas yang bernama Syrian Electronic Army (SEA) meretas situs web Twitter, Facebook, New York Times, dan Huffington post.
Lembaga intelijen AS secara diam-diam menggelontorkan dana kepada badan intelijen Inggris sekitar 100 juta Poundsterling (Rp 15,7 Triliun). Dana itu untuk mengamankan akses dan mempengaruhi program pengumpulan informasi intelijen Inggris.