Efisiensi tersebut menurut Direktur Center of Energy Policy M Kholid Syeirazi berasal dari keberhasilan Pertamina dalam melakukan penghematan pada sektor hulu.
Penandatanganan MoU ini untuk kerja sama dalam mendukung studi potensi pasokan gas dan injeksi CO2 di Tangguh terkait pengembangan amonia biru di Teluk Bintuni.