Tere Liye menghebohkan pembaca setianya dengan memutuskan tidak akan menerbitkan karya baru lagi lewat Republika Penerbit maupun Gramedia Pustaka Utama.
Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) memberikan klarifikasi atas protes yang disampaikan oleh penulis Tere Liye beberapa waktu lalu di media sosial.
Curahan Tere Liye tentang pajak penulis lebih tinggi dibandingkan profesi lainnya membuat Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA).
Penulis kondang Tere Liye memutuskan tidak lagi menerbitkan buku lewat Penerbit Gramedia Pustaka Utama dan Republika. Bagaimana kata pihak Penerbit Republika?