Surat FIFA tahun 2007 yang melarang Nurdin Halid untuk kembali memimpin PSSI mengejutkan banyak kalangan. Jika PSSI ditengarai melakukan pelanggaran, hal tersebut semestinya diusut.
Konflik segitiga sedang terjadi di antara PSSI, Menpora dan LPI. Untuk mencari solusinya, KONI/KOI pun siap mempertemukan ketiga pihak yang sedang bertikai itu.
Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN) tetap akan menggelar kongers PSSI. Soal ini, KPPN menilai tidak perlu berkonsultasi dengan pengurus PSSI yang sekarang.
Liga Primer Indonesia optimistis mendapat pengakuan dari PSSI. Bila sudah berafiliasi nantinya, LPI ingin mereka diposisikan sebagai kompetisi kasta tertinggi.
FIFA telah menjatuhkan tenggat kepada PSSI untuk segera menggelar pemilihan Ketua Umum pada 30 April mendatang. PSSI pun menyanggupinya dan mengaku akan langsung mempersiapkannya.
Sebanyak 83 pemilik suara PSSI melontarkan mosi tidak percaya danĀ berencana menggelar kongres di Solo. Namun karena FIFA sudah memerintahkan PSSI menggelar pemilihan ketua umum, kongres di Solo bisa dibatalkan.
Kekisruhan yang terjadi di tubuh PSSI rupanya tak hanya jadi santapan media lokal. Sebuah media besar di Amerika Serikat yaitu New York Times pun ikut membahasnya.
Keputusan komite eksekutif FIFA soal Indonesia mendorong terjadinya kepengurusan baru di tubuh PSSI. Liga Primer Indonesia (LPI) optimistis bahwa pengurus baru ini bakal memberikan pengakuan pada LPI.
Keputusan komite eksekutif FIFA disambut dengan sangat gembira oleh kubu Liga Primer Indonesia. LPI menilai keputusan itu sangat mendukung terjadinya revolusi PSSI.