Rumah tangga Nindya sempat geger karena suaminya selingkuh. Belakangan, Nindya dibunuh, dimutilasi, dan potongan-potongan tubuhnya dibuang di Karawang.
Keluarga keberatan pengakuan Kholil yang mengaku memutilasi karena Nindy merengek minta mobil. Sebab, gaji Nindya di Meikarta cukup untuk membeli mobil sendiri.
Polisi menemukan sepucuk surat yang ditulis Nindya, korban mutilasi di Karawang. Surat itu ditulis Nindy saat masih hidup, berisi keluh kesah kepada suaminya.