Dengan pelantikan ini, Min Aung Hlaing melanjutkan pemerintahan Myanmar dari jabatan sipil sekitar lima tahun setelah merebut kekuasaan dalam kudeta militer.
Pemimpin junta Myanmar, Min Aung Hlaing, dinominasikan sebagai cawapres, demi membuka jalan untuk menjadi presiden dan melanjutkan pemerintahan secara sipil.
Setelah lima tahun perang saudara, pemberontak Myanmar masih menguasai sejumlah wilayah di penjuru negeri. Tapi junta perlahan berhasil membalikkan keadaan.
Terakhir kali terlihat di depan publik saat menghadiri sidang pada akhir tahun 2022, Aung San Suu Kyi tidak diketahui keberadaan dan kondisinya saat ini.