Saham perusahaan minyak Amerika Serikat (AS) ditutup lebih tinggi pada Senin (5/1) karena optimisme investor tentang akses ke cadangan minyak Venezuela.
Trump mengumumkan pemerintah sementara Venezuela akan menyerahkan 30-50 juta barel minyak ke AS. Hasil penjualan akan dikendalikan untuk kepentingan rakyat.
AS menyita kapal tanker di lepas pantai Venezuela, menambah tekanan terhadap Caracas. Penyitaan ini direspons oleh Venezuela dan Iran sebagai tindakan ilegal.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, heran dengan keputusan Amerika Serikat (AS) yang menjatuhkan sanksi tarif kepada India karena membeli minyak dari Rusia.