Hasil riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA menyebut Jokowi-JK didukung sebanyak 34,4 persen suara dari kalangan NU. Ini menjadi bukti pilihan elit PBNU berbeda dengan suara kaum nahdiyin.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah menyatakan berkoalisi dengan PDIP mengusung Jokowi sebagai capres. Sosok Jokowi yang egaliter menjadi dasar keputusan ini diambil.
Cawapres untuk capres PDIP Joko Widodo masih misterius hingga kini. Meski sempat dikabarkan Jusuf Kalla adalah sosok misterius itu, namun belakangan Joko Widodo mengisyaratkan ingin tokoh yang bisa mengimbangi karakter dirinya sebagai pemimpin yang suka blusukan.
Ormas PBNU kini mulai menakar-nakar siapa sosok yang cocok mendampingi Joko Widodo (Jokowi) jika kelak dicapreskan PDIP. Jokowi memang sedang panas diberitakan akan dicapreskan PDIP.
Jusuf Kalla, Mahfud MD, dan Rhoma Irama adalah bakal capres PKB. Kini PKB mendekat ke PDIP, menjajaki koalisi 2014. Ketika ditanya kemungkinan mengambil cawapres dari tiga tokoh itu, senior PDIP menyebut Rhoma Irama.
Hasyim Muzadi mengundang 300 kiai pimpinan pondok pesantren untuk mendengar paparan sejumlah tokoh, termasuk Jusuf Kalla (JK) dan Mahfud MD. Apakah para kiai nahdiyin ini diarahkan untuk mendukung keduanya di Pilpres 2014?