Presiden Trump menuding BRICS sebagai tantangan strategis terhadap dominasi Amerika. Ia ancam tarif impor, sementara puluhan negara tetap antusias bergabung.
Prabowo menyampaikan pandangannya bahwa BRICS telah menjadi salah satu pilar penting bagi stabilitas dan harapan di tengah dinamika geopolitik internasional.
Eddy Soeparno mendukung langkah diplomasi Prabowo yang secara aktif hadir dalam berbagai pertemuan tingkat global dengan tetap mengutamakan prinsip bebas aktif.
Trump mengancam kenaikan tarif pada BRICS, karena mendorong "kebijakan anti-Amerika." Dalam KTT di Brasil, BRICS mengecam tarif AS dan serangan terhadap Iran.
BKSAP DPR RI Mardani memuji keikutsertaan Prabowo dalam KTT BRICS 2025. Hal ini menunjukkan Indonesia kini menjadi pemain berpengaruh di kancah global.