Pemerintah Sri Lanka meminta bantuan internasional pada hari Sabtu (29/11), seiring jumlah korban tewas akibat banjir dahsyat telah meningkat menjadi 123 orang.
Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake mengumumkan keadaan darurat untuk menangani bencana banjir di negeri itu yang telah menewaskan setidaknya 334 oran
Banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh hujan lebat melanda wilayah Sri Lanka pekan ini. Sedikitnya 31 orang tewas dan 14 orang lainnya dilaporkan hilang.