Tidak digunakannya mekanisme konvensi dalam pemilihan capres rupanya sudah disosialisasikan Partai Golkar sejak dua tahun yang lalu. Tepatnya saat Aburizal Bakrie atau Ical menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
Ical bakal dimajukan sebagai calon presiden dari Partai Golkar. Namun ada dua hal yang dinilai mengganggu jika Ical maju sebagai capres, yakni terkait kasus lumpur Lapindo dan kasus mafia pajak Gayus Tambunan.
Pilpres masih 3 tahun lagi. Tapi Partai Golkar sudah sibuk soal Capres 2014. Bahkan, dalam Rapimnas Golkar kali ini nama Ketua Umum Aburizal Bakrie alias Ical sudah ditetapkan menjadi capres. Ada apa?
Tradisi konvensi yang dilakukan sejak 2004 dan 2009 seolah menguap. Tanpa konvensi, Aburizal Bakrie akan dimajukan jadi capres. Pengumuman capres cepat ini dinilai upaya Golkar menguji pasar.
Partai Golkar sudah memastikan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden pada 2014 mendatang. Ruhut Sitompul mempertanyakan pergerakan Golkar yang terkesan terburu-buru.
Partai Golkar diyakini tak akan menggelar konvensi dalam memilih calon presiden 2014. Hal ini dilakukan setelah berkaca dalam dua kali kekalahan sebelumnya.
Partai Golkar mendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono hingga 2014. Meski selama ini dikenal kritis, Beringin dijamin tetap loyal.
Tugas baru menanti bagi Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad. Setelah dicopot sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel harus mengkuningkan Indonesia Timur.
Rapat Pimpinan Nasional II Partai Golkar baru saja dibuka. Meski belum dilakukan pembahasan, tidak perlu terlalu lama untuk mengetahui siapa calon presiden si beringin untuk 2014. Dia adalah Aburizal Bakrie.