Seorang sniper atau penembak jitu asal Amerika Serikat yang ikut berperang di Ukraina, menyebut bahwa tentara Ukraina sangat membutuhkan artileri dan amunisi.
Meningkatnya ancaman perang mencuatkan permintaan terhadap senjata berat dan amunisi. Kanselir Jerman Olaf Scholz ingin menambah kapasitas produksi alutsista.