Teror yang dilakukan militan ISIS terus menuai keprihatinan dunia internasional. Bahkan kepala HAM PBB yang baru mencetuskan, kelompok radikal Sunni tersebut berniat mendirikan "rumah darah".
Para jihadis ISIS di Irak dan Suriah mendatangkan ancaman "langsung" bagi Eropa. Ini dikarenakan meningkatnya para jihadis yang menggunakan paspor warga Eropa.
Militan ISIS memberi ancaman bagi negara Barat, namun militan tersebut bukannya tak bisa dikalahkan. Pejabat AS menyebut ISIS semakin lama, semakin melemah.
Presiden Prancis Francis Hollande terkejut mengetahui miltian ISIS kembali memenggal wartawan Amerika Serikat. Hollande menyebutnya sebagai tindakan biadab.
Kelompok radikal ISIS terus menebak teror di Irak dan Suriah. Menlu AS John Kerry pun menyerukan adanya koalisi global untuk memerangi "agenda genosisa" ISIS di Suriah dan Irak Utara.