Nurhayati (18), peserta UN penyandang tunanetra di Siswa Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN-A) Kota Bandung mengaku khawatir dengan tidak diisinya 15 soal Bahasa Inggris yang diujikan hari ini. Ia takut jika nilai akhir UN jeblok akibat hal itu.
Dengan keterbatasan yang dimilikinya, tunanetra lebih merasakan kerasnya hidup di Jakarta. Mulai dari nyasar saat naik lift, gampang kecopetan hingga susah minta tolong menyeberangkan jalan. Artinya, Jakarta belum ramah bagi tunanetra.
Tak bisa melihat bukan berarti tidak butuh rekreasi dan sesekali menjajal tantangan ekstrem seperti arung jeram. Meski orang sering menganggapnya terlalu ekstrem dan berbahaya, tunanetra punya cara tersendiri untuk menikmatinya.
Pasangan Aher-Deddy dan Rieke-Teten bersaing di dua TPS yang ada di Wiyata Guna Bandung. Keduanya unggul di satu TPS, sehingga skor mereka imbang di balai panti tuna netra tersebut.