Kekosongan kekuasaan terjadi di Yaman usai Presiden Mansour Hadi mengundurkan diri. Hal ini dipicu aksi pemberontak Houthi yang berupaya mengambil alih kepemimpinan.
Ledakan bom mobil mengguncang akademi kepolisian di ibukota Sanaa, Yaman. Sedikitnya 30 orang tewas dan sekitar 50 orang lainnya luka-luka akibat ledakan ini.
Salah satu pemimpin jaringan Al-Qaeda di Yaman mengkritisi ISIS. Tokoh senior ini menyebut pemenggalan yang dilakukan ISIS sebagai tindakan yang tidak Islami.
Puluhan orang tewas di Yaman dalam pertempuran antara para pejuang Houthi Syiah dan Sunni yang bersekutu dengan Al-Qaeda. Setidaknya 33 nyawa melayang dalam baku tembak selama dua hari terakhir.
Pemerintah Yaman dengan kelompok pemberontak Syiah Houthi sudah menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri krisis politik selama beberapa pekan ini. Kesepakatan dicapai hanya beberapa jam setelah Mohammed Basindwa mengundurkan diri dari kursi perdana menteri.