Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah dan sempat menembus Rp 9.180 per dolar AS. Bank Indonesia (BI) mengaku terus mengintervensi agar rupiah stabil.
Dana asing terus serbu Indonesia di tengah situasi krisis utang di Eropa. Kondisi ini membuat Bank Indonesia was-was, karena dana asing tersebut bagai pedang bermata dua.
Cadangan devisa Indonesia sempat anjlok US$ 1,3 miliar di awal Oktober 2011. Namun per 31 Oktober, cadangan devisa RI sudah kembali mencapai US$ 114 miliar.
Mantan Menkeu yang kini menjadi Direktur Pelaksana, Sri Mulyani akan 'pulang kampung' pada 8 November. Ia khusus datang untuk menjadi pembicara dalam pertemuan ASEAN di Jakarta.
Pengusaha nasional seperti Rachmat Gobel dan Hary Tanoe patungan menggarap proyek kawasan wisata Mandalika Lombok, diperkirakan akan menelan dana hingga Rp 27 triliun.
Indonesia memiliki banyak alasan untuk tetap optimis, meskipun suasana mencekam tengah melanda negara-negara di zona Eropa. Dengan sikap optimis ini, Indonesia bisa tetap melangkah maju tanpa harus ketakutan atau trauma.
Cadangan devisa Indonesia turun US$ 10 miliar dari US$ 124,5 miliar di akhir Agustus 2011 menjadi US$ 114,5 miliar. Namun BI mengatakan posisi cadangan devisa masih aman.
Menteri Perekonomian Hatta Rajasa meminta anjloknya cadangan devisa hingga US$ 10 miliar dalam sebulan tak perlu dikhawatirkan. Hatta meminta masyarakat tidak panik.
BI mencatat cadangan devisa RI jeblok hingga US$ 10 miliar. Padahal cadangan devisa RI sempat tembus ke rekor baru dalam sejarah di posisi US$ 124,5 miliar.