Gelombang protes di Iran semakin memanas. Jumlah korban tewas meningkat jadi sedikitnya 35 orang. Pemerintah menegaskan akan menindak "perusuh" tanpa toleransi.
Sebuah ledakan mengguncang sebuah gedung permukiman di area Pardisan, kota Qom, Iran. Sedikitnya tujuh orang mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut.
Menlu Iran mengeluarkan ancaman paling terang-terangan terhadap AS. Dia mengancam "konfrontasi habis-habisan pasti akan sangat ganas dan berlangsung lama".
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuai kecaman setelah menyatakan dukungan untuk perundingan baru dengan AS, yang terhenti akibat perang melawan Israel.